Minggu, 16 Maret 2014

Kepada Pemilik Nama Belakangku,

Orang bilang, surat cinta adalah surat yang dibuat untuk orang terkasih yang saat kita menulisnya, ada getaran didalam dada penulis.
Kalo begitu, mari kita simpulkan surat yang saya tulis ini adalah surat cinta dariku untukmu, lelaki paling kukasihi dimuka bumi ini.

Maafkan sebelumnya, ini adalah surat cinta yang pertama kutulis, jadi mohon mengertilah bila surat ini lebih terkesan aneh daripada romantis. Namun berbanggalah, karena engkau yang pertama menjadi inspirasiku.

Sungguh terkesan aneh untuk menulis ini untuk orang yang hanya ada beberapa meter dari tempatku sekarang. Tapi ketahuilah, aku adalah wanita yang pemalu untuk mengatakan sesuatu yang manis tepat didepanmu.

Tahukah engkau, walaupun kita begitu dekat baik dalam jarak ataupun darah. Kau tetap misterius bagiku. Begitu banyak hal dalam dirimu yang aku tak tau…..

Kenapa kau begitu pintar? Kalau kau saja sudah begitu pintar, bagaimana pintarnya Einstein itu?
Kenapa kau begitu giat belajar? Apa belajar sudah menjadi hobimu? Begitu banyak hal yang bisa kau lakukan didunia ini, kenapa harus belajar yang jadi hobimu?
Kenapa kau begitu mencintai ikan? Kau mengoleksi semua tentang ikan, kau senang memakannya, kau memeliharanya, bahkan kau mempelajarinya! Wajarkah bila aku cemburu kepada ikan-ikan itu?
Kenapa kau tak pernah cerita tentang perasaanmu? Apakah kau sedang sedih atau gembira?
Mungkin itu yang membuatmu misterius. Karena kau tak pernah mengungkapkan isi hatimu. Atau aku yang tidak bisa membacanya diraut wajahmu?
Sungguh, masih banyak pertanyaan yang ingin aku tanyakan namun aku lupa apa itu. Dan biarkanlah itu tetap menjadi pertanyaan, agar kau tetap terlihat misterius. Aku suka kau yang misterius.


Aku rindu menghabiskan waktu bersamamu.
      Aku ingat, saat itu aku belum sekolah, kau pulang siang hari. Kita makan siang bersama lalu kau mengajakku mengecat kursi kecil menjadi warna warni merah, hijau, pink. Tepat dibelakang rumah.
      Aku ingat, tiap sore kau selalu mengajakku dan firah keliling kampus menggunakan motormu, aku duduk didepan dan firah dibelakangmu. lalu kita akan singgah membeli gorengan dan membawa pulang agar bisa memakannya sambil ditemani teh hangat buatan firah.
       Aku ingat, tiap hari minggu kau akan mengajakku jalan. Kadang hanya berdua, kadang firah ikut. Kadang pula, kita sekeluarga jalan bersama. Tapi yang paling aku suka, kalau hanya kita berdua. Terkesan jahat memang, tapi entah kenapa jalan berdua saja denganmu membuatku lebih merasa disayang. Bukan, bukannya aku merasa tak disayang. hanya saja bila kita berdua, aku merasa lebih diperhatikan, dimanja karena aku tak punya saingan.
       Ingat pula tidak, saat itu aku menginap di rumah mamaji untuk beberapa hari. Namun baru di hari ke 3, kau sudah datang menjemputku malam-malam. Kau bilang kau kangen tidur denganku. Entah aku harus marah karena menjemputku tanpa izin atau harus bahagia karena kau rindu denganku.

      Tahu tidak, terkadang saat aku rindu padamu, walaupun kau hanya beberapa meter dariku, aku akan melihatmu diam-diam. Saat kau tidur, aku akan memperhatikan perutmu, hanya untuk memastikan kau masih ada disisi kita. Aku sungguh takut bila hal-hal yg tidak diinginkan terjadi. Itu wajarkan dilakukan oleh orang-orang yg disayangi? Kau pasti pernah melakukannya pula, kan?
      Tahu pula,tidak? Kenapa aku membelikanmu susu waktu itu? Karena kau sempat bilang kalau kau capek minum obat. Lalu iwan bilang, sebaiknya sering-seringlah minum susu atau pocari, katanya sangat bermanfaat. Tapi kau tak minum juga, makanya aku membelikanmu, agar kau tak perlu terlalu sering minum obat. Kau pasti tidak tahu kan, betapa sedihnya hatiku saat kau bilang itu. Seandainya itu bukan di mobil, pastilah air mata itu sudah turun.
         
         Tahu tidak, saat ibu hamil aku selalu berharap aku akan punya adik laki-laki. Kenapa? Aku takut adik perempuan. Aku takut, akan ada yang menggantikanku menjadi daddy’s little girl. Aku takut kalau kita tidak akan jalan berdua lagi, karena ada yang menggantikanku. Mungkin itu juga yang dulu firah rasakan saat aku baru lahir, ya?
Aku juga sempat jengkel terhadap adik. Karena dia, bukan aku lagi yg menemanimu ke abdi agung untuk fotocopy.
          Dulu kita pernah melakukan itu hampir tiap minggu, lalu setelah itu kita akan menjenguk mami dan membelikannya martabak dan terang bulan yg dijual depan kompleksnya.
Sekarang ada adik, yang selalu menemanimu. Tuhan pasti sudah merencanakannya, kalau adik tak ada siapa lagi  yang akan menemanimu ke tempat fotocopy? Aku pasti sudah beranjak remaja dan sudah malas untuk melakukan itu.
Siap lagi yang akan menemanimu membaca doa tidur sebelum bobo?
        Aku harusnya berterimakasih pada dia yang telah menemanimu dan menggantikan tugasku itu.
Maafkan bila aku sering kurang ajar terhadapmu, maafkan bila aku lebih sering menyusahkanmu daripada membahagiakanmu, maafkan bila aku sering membantah perkataan ayah dan ibu, maafkan bila teh buatanku tiap sore tidak enak, maafkan bila aku merepotkanmu tiap pagi untuk membangunkanku sholat subuh, maafkan bila aku belum menjadi orang yg kau inginkan, maafkan.


Ayah, lelaki yang kusayangi dan kucintai,
         Hari ini hari ulangtahunmu. Sudah 55 tahun kau hidup didunia ini. 17 tahunnya kau habiskan dengan mengajariku menjadi manusia yang lebih berguna.
        Aku memang belum mampu memberikanmu sebuah surprise atau kado seperti yang selalu mahasiswamu lakukan tiap tahunnya. Aku bahkan tidak bisa menjanjikan kapan aku bisa melakukannya.
       Hanya ini yang sanggup aku lakukan, hanya surat cinta. ungkapan cintaku, untukmu. Agar kau tahu, walaupun aku sering membuatmu jengkel&marah, dan tidak pernah membuatmu bangga, aku tetaplah mencintaimu. Sangat-sangat mencintaimu.

       Selamat ulangtahun ayah, semoga di umur ayah yang ke 55, segala hal-hal baik dilimpahkan ke ayah, dan hal-hal buruk dalam diri ayah bisa dibuang. Semoga ayah selalu dalam lindungan Tuhan. Semoga ayah selalu menjadi ayah hebat yang selalu bisa kubanggakan.
       Semoga kita tetap bisa menghabiskan hari minggu kita bersama-sama, di mobil sambil bertukar cerita saat dalam perjalanan. Semoga harapan ayah dan keinginan ayah tercapai.
Selamat ulangtahun ayahku sayang.


Dari, Muthmainnah.
Anakmu yang tidak mampu mengungkapkan rasa sayangnya kepadamu tepat didepan matamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar