Orang bilang, surat cinta adalah surat yang dibuat untuk orang
terkasih yang saat kita menulisnya, ada getaran didalam dada penulis.
Kalo begitu, mari kita simpulkan surat yang saya tulis ini adalah
surat cinta dariku untukmu, lelaki paling kukasihi dimuka bumi ini.
Maafkan sebelumnya, ini adalah surat cinta yang pertama kutulis, jadi
mohon mengertilah bila surat ini lebih terkesan aneh daripada romantis.
Namun berbanggalah, karena engkau yang pertama menjadi inspirasiku.
Sungguh terkesan aneh untuk menulis ini untuk orang yang hanya ada
beberapa meter dari tempatku sekarang. Tapi ketahuilah, aku adalah
wanita yang pemalu untuk mengatakan sesuatu yang manis tepat didepanmu.
Tahukah engkau, walaupun kita begitu dekat baik dalam jarak ataupun
darah. Kau tetap misterius bagiku. Begitu banyak hal dalam dirimu yang
aku tak tau…..
Kenapa kau begitu pintar? Kalau kau saja sudah begitu pintar, bagaimana pintarnya Einstein itu?
Kenapa kau begitu giat belajar? Apa belajar sudah menjadi hobimu?
Begitu banyak hal yang bisa kau lakukan didunia ini, kenapa harus
belajar yang jadi hobimu?
Kenapa kau begitu mencintai ikan? Kau mengoleksi semua tentang ikan,
kau senang memakannya, kau memeliharanya, bahkan kau mempelajarinya!
Wajarkah bila aku cemburu kepada ikan-ikan itu?
Kenapa kau tak pernah cerita tentang perasaanmu? Apakah kau sedang sedih atau gembira?
Mungkin itu yang membuatmu misterius. Karena kau tak pernah
mengungkapkan isi hatimu. Atau aku yang tidak bisa membacanya diraut
wajahmu?
Sungguh, masih banyak pertanyaan yang ingin aku tanyakan namun aku
lupa apa itu. Dan biarkanlah itu tetap menjadi pertanyaan, agar kau
tetap terlihat misterius. Aku suka kau yang misterius.
Aku rindu menghabiskan waktu bersamamu.
Aku ingat, saat itu aku belum sekolah, kau pulang siang hari. Kita makan
siang bersama lalu kau mengajakku mengecat kursi kecil menjadi warna
warni merah, hijau, pink. Tepat dibelakang rumah.
Aku ingat, tiap sore kau selalu mengajakku dan firah keliling kampus
menggunakan motormu, aku duduk didepan dan firah dibelakangmu. lalu kita
akan singgah membeli gorengan dan membawa pulang agar bisa memakannya
sambil ditemani teh hangat buatan firah.
Aku ingat, tiap hari minggu kau akan mengajakku jalan. Kadang hanya
berdua, kadang firah ikut. Kadang pula, kita sekeluarga jalan bersama.
Tapi yang paling aku suka, kalau hanya kita berdua. Terkesan jahat
memang, tapi entah kenapa jalan berdua saja denganmu membuatku lebih
merasa disayang. Bukan, bukannya aku merasa tak disayang. hanya saja
bila kita berdua, aku merasa lebih diperhatikan, dimanja karena aku tak
punya saingan.
Ingat pula tidak, saat itu aku menginap di rumah mamaji untuk
beberapa hari. Namun baru di hari ke 3, kau sudah datang menjemputku
malam-malam. Kau bilang kau kangen tidur denganku. Entah aku harus marah
karena menjemputku tanpa izin atau harus bahagia karena kau rindu
denganku.
Tahu tidak, terkadang saat aku rindu padamu, walaupun kau hanya
beberapa meter dariku, aku akan melihatmu diam-diam. Saat kau tidur, aku
akan memperhatikan perutmu, hanya untuk memastikan kau masih ada disisi
kita. Aku sungguh takut bila hal-hal yg tidak diinginkan terjadi. Itu
wajarkan dilakukan oleh orang-orang yg disayangi? Kau pasti pernah
melakukannya pula, kan?
Tahu pula,tidak? Kenapa aku membelikanmu susu waktu itu? Karena kau
sempat bilang kalau kau capek minum obat. Lalu iwan bilang, sebaiknya
sering-seringlah minum susu atau pocari, katanya sangat bermanfaat. Tapi
kau tak minum juga, makanya aku membelikanmu, agar kau tak perlu
terlalu sering minum obat. Kau pasti tidak tahu kan, betapa sedihnya
hatiku saat kau bilang itu. Seandainya itu bukan di mobil, pastilah air
mata itu sudah turun.
Tahu tidak, saat ibu hamil aku selalu berharap aku akan punya adik
laki-laki. Kenapa? Aku takut adik perempuan. Aku takut, akan ada yang
menggantikanku menjadi daddy’s little girl. Aku takut kalau kita tidak
akan jalan berdua lagi, karena ada yang menggantikanku. Mungkin itu juga
yang dulu firah rasakan saat aku baru lahir, ya?
Aku juga sempat jengkel terhadap adik. Karena dia, bukan aku lagi yg menemanimu ke abdi agung untuk fotocopy.
Dulu kita pernah melakukan itu hampir tiap minggu, lalu setelah itu
kita akan menjenguk mami dan membelikannya martabak dan terang bulan yg
dijual depan kompleksnya.
Sekarang ada adik, yang selalu menemanimu. Tuhan pasti sudah
merencanakannya, kalau adik tak ada siapa lagi yang akan menemanimu ke
tempat fotocopy? Aku pasti sudah beranjak remaja dan sudah malas untuk
melakukan itu.
Siap lagi yang akan menemanimu membaca doa tidur sebelum bobo?
Aku harusnya berterimakasih pada dia yang telah menemanimu dan menggantikan tugasku itu.
Maafkan bila aku sering kurang ajar terhadapmu, maafkan bila aku
lebih sering menyusahkanmu daripada membahagiakanmu, maafkan bila aku
sering membantah perkataan ayah dan ibu, maafkan bila teh buatanku tiap
sore tidak enak, maafkan bila aku merepotkanmu tiap pagi untuk
membangunkanku sholat subuh, maafkan bila aku belum menjadi orang yg kau
inginkan, maafkan.
Ayah, lelaki yang kusayangi dan kucintai,
Hari ini hari ulangtahunmu. Sudah 55 tahun kau hidup didunia ini. 17
tahunnya kau habiskan dengan mengajariku menjadi manusia yang lebih
berguna.
Aku memang belum mampu memberikanmu sebuah surprise atau kado seperti
yang selalu mahasiswamu lakukan tiap tahunnya. Aku bahkan tidak bisa
menjanjikan kapan aku bisa melakukannya.
Hanya ini yang sanggup aku lakukan, hanya surat cinta. ungkapan
cintaku, untukmu. Agar kau tahu, walaupun aku sering membuatmu
jengkel&marah, dan tidak pernah membuatmu bangga, aku tetaplah
mencintaimu. Sangat-sangat mencintaimu.
Selamat ulangtahun ayah, semoga di umur ayah yang ke 55, segala
hal-hal baik dilimpahkan ke ayah, dan hal-hal buruk dalam diri ayah bisa
dibuang. Semoga ayah selalu dalam lindungan Tuhan. Semoga ayah selalu
menjadi ayah hebat yang selalu bisa kubanggakan.
Semoga kita tetap bisa menghabiskan hari minggu kita bersama-sama, di
mobil sambil bertukar cerita saat dalam perjalanan. Semoga harapan ayah
dan keinginan ayah tercapai.
Selamat ulangtahun ayahku sayang.
Dari, Muthmainnah.
Anakmu yang tidak mampu mengungkapkan rasa sayangnya kepadamu tepat didepan matamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar